KALIBRASI BATERAI ANDROID, PERLUKAH SERING DILAKUKAN?

KALIBRASI BATERAI ANDROID, PERLUKAH SERING DILAKUKAN?

Istilah kalibrasi baterai android mungkin masih belum diketahui secara umum oleh sebagian besar pengguna android. Padahal kondisi di mana kalibrasi baterai harus dilakukan sangat sering dialami oleh pengguna android.

[powerkit_toc title=”Daftar isi” depth=”3″ min_count=”2″ min_characters=”100″ btn_hide=”false”]

Apa itu kalibrasi baterai?

Kalibrasi baterai adalah suatu proses yang bertujuan untuk mengkonfigurasi sebuah instrumen alat ukur dengan bahan ukur yang digunakan sehingga kita bisa mendapatkan hasil kebenaran konvensial mengenai alat ukur tersebut. Dalam hal ini alat yang dimaksud adalah baterai pada ponsel.

Bingung ya? Mudahnya seperti ini.

Umumnya, android menggunakan baterai berbahan lithium-ion (Li-on) atau lithium-polymer (Li-po). Energi yang dibutuhkan ponsel untuk bisa bekerja dengan baik disimpan dalam chemical element (elemen kimia) yang dimiliki baterai tersebut.

Saat permbuatannya, baterai berbahan dasar lithium dilengkapi dengan smart chip yang berfungsi untuk membaca dan menghantarkan sinyal mengenai kondisi baterai yang sesungguhnya. Proses ini lah yang disebut dengan kalibrasi baterai.

Proses kalibrasi baterai memungkinkan kita mengetahui kondisi baterai ponsel yang sesungguhnya. Selama ini kita biasa mendapatkan informasi mengenai kondisi baterai dari ikon kecil pada bagian pojok kanan atas yang menunjukkan prosentase baterai ponsel. Nah, proses kalibrasi baterai ini lah yang memberikan output dan informasi tersebut.

Tapi pernah gak sih kalian mengalami kondisi di mana saat ponsel sedang digunakan, tiba-tiba daya ponsel mati padahal jelas-jelas indikator di layar menunjukkan masih ada 30% daya baterai yang tersisa?

Atau pernah gak sih kalian mengalami kondisi di mana kalian baru sebentar men-charge ponsel yang baterainya sudah ‘sekarat’ dan tiba-tiba indikator baterai menunjukkan baterai ponsel kalian sudah penuh?

Atau mungkin kalian pernah mengalami kondisi di mana daya baterai tiba-tiba drop puluhan persen hanya dalam hitungan menit tapi kemudian tidak mengalami perubahan selama beberapa waktu ke depan?

Hal-hal seperti di atas bisa terjadi karena proses kalibrasi baterai sudah tidak maksimal sehingga keakuratan indikator dalam menilai kondisi baterai yang sesungguhnya tidak berjalan semestinya.

Singkatnya, indikator baterai pada ponsel kalian tidak lagi menggambarkan kondisi baterai yang sesungguhnya.

Kenapa Baterai Ponsel Menjadi tidak Akurat?

Jawaban dari pertanyaan di atas hanya satu, karena seiring berjalannya waktu daya tahan dan keakuratan baterai dalam membaca kondisinya sendiri akan ikut menurun. Secanggih apapun ponsel yang kalian miliki, seapik apapun kalian menggunakan ponsel kalian, kondisi seperti ini tidak bisa dihindari.

Hal ini tentunya bukan hanya terjadi pada ponsel android saja. Iphone, laptop, dan perangkat elektronik lainnya yang menggunakan baterai berbahan dasar lithium pasti akan mengalami hal ini.

Ketidakakuratan baterai bukanlah momok yang bisa membahayakan kelangsungan hidup ponsel android, sehingga didiamkan pun sebenarnya tidak masalah. Tapi siapa sih yang tidak kesal jika ponsel tiba-tiba mati padahal di layar jelas-jelas masih ada sisa baterai 40% lagi?

Kalian dapat mengatasi ketidakakuratan baterai dengan cara mengembalikan dan memperbaiki fungsi kalibrasi baterai pada ponsel android kalian. Dengan melakukan ini setidaknya kalian akan mendapatkan informasi yang akurat mengenai kondisi baterai ponsel yang sesungguhnya.

Kalibrasi Baterai Android Tidak Perlu Terlalu Sering Dilakukan

Cara Kalibrasi baterai Android

Mungkin sebelumnya kalian sudah pernah mendengar mengenai seberapa sering kalibrasi baterai pada ponsel android harus dilakukan. Ada pihak yang mengklaim bahwa kalibrasi harus dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan sekali atau bahkan sebulan sekali. Benarkah klaim tersebut?

Melihat penjelasan mengenai kalibrasi baterai di atas, bisa dipastikan bahwa kalian tidak perlu terlalu sering melakukan kalibrasi baterai. Bahkan, kalian tidak perlu melakukan kalibrasi baterai sama sekali jika secara pribadi kalian tidak merasa terganggu dengan kondisi baterai ponsel kalian.

Namun tidak ada salahnya juga jika kalian ingin tetap melakukan kalibrasi baterai. Kalian bisa melakukannya dalam jangka waktu 6 bulan sekali atau satu tahun sekali jika kondisi baterai baik-baik saja atau langsung melakukan kalibrasi baterai saat dirasa baterai ponsel sudah tidak akurat dan itu mengganggu kenyamanan kalian.

Selain itu, kalibrasi baterai juga bisa kalian lakukan terhadap ponsel yang sebelumnya sudah lama menganggur atau tidak dipakai.

Terlepas dari keputusan kalian untuk melakukan kalibrasi atau tidak, ada satu yang perlu digarisbawahi. Kalibrasi baterai tidak memiliki pengaruh terhadap kondisi atau daya tahan baterai kalian.

Jika ada yang mengatakan bahwa dengan sering melakukan kalibrasi baterai maka daya tahan baterai bisa menjadi lebih lama, hal itu hanyalah mitos belaka.

Kalibrasi baterai hanya berfungsi untuk mengembalikan keakuratan pengukuran kondisi baterai yang sesungguhnya pada ponsel, bukan untuk menambah atau memperlama daya tahan baterai.

Cara Mudah untuk Mengkaliberasi Baterai Android

Kalibrasi baterai di ponsel android tidaklah sulit untuk dilakukan. Kalian juga bisa melakukannya sendiri tanpa harus mengunduh aplikasi khusus terlebih dahulu. Kalau kalian merasa baterai ponsel kalian mulai bermasalah, gak perlu panik pergi ke counter atau beli ponsel baru. Yuk coba beberapa langkah berikut ini:

Biarkan Ponsel Mati dengan Sendirinya

Hal pertama yang harus kalian lakukan adalah biarkan ponsel android kalian mati dengan sendirinya. Kalian bisa menggunakan ponsel sampai baterai benar-benar habis dan ponsel kalian akhirnya mati.

Saat ponsel sudah mati, kalian bisa memastikan bahwa daya baterai sudah benar-benar habis dengan menekan tombol power seperti saat kalian ingin menyalakan atau mematikan ponsel. Jika baterai sudah benar-benar mati, biasanya akan muncul gambar baterai kosong lalu kemudian ponsel akan benar-benar mati dalam hitungan detik.

Biarkan Ponsel Ter-charge Hingga Penuh

Setelah baterai ponsel dipastikan benar-benar mati, kalian bisa langsung men-charge ponsel hingga mencapai prosentase 100%. Penting untuk diingat, proses charging harus dilakukan saat ponsel dalam keadaan mati.

Ada beberapa orang yang menyarankan saat proses charging sudah mencapai 100%, diamkan ponsel hingga satu sampai dua jam ke depan untuk memastikan ponsel benar-benar terisi dengan baik. Tapi hal ini tidak wajib dilakukan.

Nyalakan Ponsel Seperti Semula

Saat ponsel sudah mencapai angka 100%, nyalakan kembali ponsel seperti biasa. Pastikan parameter baterai pada layar ponsel sudah mencapai angka 100% sebelum kalian melepas ponsel dari kabel charge. Jika saat dinyalakan, prosentase baterai belum mencapai angka 100% maka ulangi proses kalibrasi dari awal.

Setelah proses ini dilakukan, bisa dipastikan proses kalibrasi berhasil dilakukan. Untuk lebih memastikan kembali, kalian bisa mengulangi proses kalibrasi ini setelah satu minggu kemudian. Jika setelah di-charge presentase baterai pada layar menunjukkan angka 100%, berarti baterai ponsel kalian sudah akurat dalam memberikan informasi mengenai kondisi baterai yang sebenarnya pada ponsel.

Bagaimana, mudah bukan? Yang kalian perlukan hanyalah kesabaran terutama saat proses charging dilakukan. Untuk kalian yang terbiasa memainkan ponsel saat ponsel sedang di-charge, jangan dilakukan dulu ya saat sedang mengkalibrasi baterai ponsel.

Semoga artikel kalibrasi baterai android ini bisa bermanfaat untuk kalian. Akhir kata selamat mencoba.